Profile Ulung Rusman

BEKERJA UNTUK INDONESIA

Ulung Rusman

Ulung Rusman pria kelahiran Jambi, 8 Desember 1976. Anak ke dua dari empat bersaudara, yang dididik dengan sangat demokratis. Sejak kecil ulung selalu diberikan kesempatan untuk menentukan pilihannya sendiri termasuk memilih sekolah dan cita-cita. Ayahnya tidak pernah menuntut untuk harus berprestasi. Akan tetapi Ulung diajarkan untuk bertanggungjawab bahwa sekolah harus di selesaikan dengan baik. Namun nyatanya, sejak SD dan SMP di sariputra jambi hingga SMA di Tebing tinggi medan , Ulung senantiasa menjadi 5 besar dalam hal rangking terbaik.

Ulung dan saudara-saudaranya dididik untuk mandiri dan disiplin dan dibiasakan untuk tinggal dalam keadaan sederhana. Ayahnya sering mengajak dia untuk jalan-jalan kedaerah pedalaman dan tinggal di rumah orang-orang kampung agar bisa beradaptasi dengan hidup secara nyata  Atas hal tersebutlah, ketika perusahaan kayu sang ayah pada tahun 1990 tutup karena bangkrut, Ulung mampu bertahan dan menjadi anak yang mandiri.

 Berbekal didikan yang kuat dari ayah dan ibunya juga yang membuat Ulung Rusman untuk menjadi peduli dan aktif terlibat dalam kegiatan reformasi thn 98, Sepak terjang pria yang sejak kecil suka berorganisasi ini termasuk menarik dengan tidak pernah takut untuk menyuarakan kepentingan rakyat. Tujuannya menjadi aktivis saat itu adalah “agar masyarakat dan Bangsa indonesia bisa menjadi lebih baik lagi”.

Di tahun ’98 itu Ulung yang merupakan mahasiswa jurusan Ekonomi Universitas tarumanagara, berjuang melalui Forum Peduli Universitas Tarumanagara (FPU) dan menggalang mahasiswa Untar untuk ikut dalam reformasi dan tergabung ke dalam organ informal mahasiwa yang bernama Forum Kota (Forkot) pada tahun 1998. Di Forkot ia aktif dalam setiap gerakan-gerakan mahasiwa reformasi dan juga menjadi salah satu aktivis  yang membidani pembentukan Front Aksi Mahasiswa Untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred) pada tahun 1999. Setelah itu karirnya menjadi aktivis mahasiswa terus berlanjut setelah pendudukan di gedung MPR/DPR, kemudian  ia dan beserta rekan-rekan membentuk Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia (BEMI) pertama kali di Untar. Lalu beranjak dari BEMI ia ditunjuk menjadi Koordinator Nasional Juru Bicara Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia (BEMI) yang tergabung dalam 184 kampus di Indonesia. Sejak itulah nama Ulung Rusman membumi dikalangan aktivis mahasiswa di Indonesia.

Peristiwa Mei 98 membuat ulung yang belatar belakang  seorang aktivis dari etnis tionghoa merasa terpangil untuk mengumadangkan anti diskriminasi pada saat itu.

Kemudian di tahun 2001 ulung mulai aktif di perhimpunan INTI sebuah organisasi Indonesia tionghoa, yang berciri nasionalis dan kebangsaan Indonesia. Ulung ikut masuk di INTI untuk memperjuangkan dan  menjembatani kaum muda warga keturunan Tionghoa dalam meluruskan kekeliruan sejarah. Ia membuktikan, stereotip ada selama ini bahwa warga keturunan Tionghoa kurang peduli terhadap politik, adalah keliru. Karena sejatinya sejak masa kolonial sebenarnya telah banyak berdiri organisasi-organisasi Tionghoa yang turut memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Cita-cita leluhur Tionghoa inilah yang ingin dilanjutkan  Ulung.  Thn 2002 ulung menjadi ketua departemen pemuda di perhimpunan INTI pusat, kemudian dia menjadi wakil sekjen sejak tahun 2004.

Di tahun 2011 Ulung Rusman mengikuti Program Pendidikan Regular (PPRA) LEMHANNAS RI  XLVI. Pendidikan ini bertujuan untuk untuk mencetak pemimpin nasional masa depan agar mampu memahami nilai-nilai kebangsaan dan mampu mengajak mereka berfikir serta menggali warisan masa lalu yang di buat oleh oleh para pendiri bangsa. Dari pendidikan ini Ulung Rusman menjadi semakin yakin untuk masuk lebih dalam ke ranah perjuangan Indonesia yang lebih baik. Baginya masuk ke kancah politik bukanlah tujuan, tapi alat perubahan. Dia pun tak ragu untuk terjun melakukan perubahan itu.

Melalui Partai Nasdem di tahun 2012, Ulung Rusman mencoba menjadi seorang anggota legislatif dari warga keturunan Tionghoa yang mempunyai latar belakang pergerakan. Tempaan sebagai aktivis serta jiwa solidaritas sosial dan nasionalisme yang tinggi menjadi dorongan dalam diri Ulung untuk maju sebagai calon legislatif  di usia yang relatif masih muda. Kemudian di tahun 2014 Ulung menjadi Ketua departemen pemuda DPP partai Nasdem dan mulai masuk dalam kegiatan politik kebangsaan dengan menjadi caleg di tahun yang sama. Di akhir tahun 2014, Ulung di percaya menjadi koordinator wilayah DPP Nasdem untuk provinsi Jambi dan Riau. Dalam kurun waktu 2 tahun lebih Ulung bertugas untuk melakukan konsolidasi partai di dua provinsi tersebut dan mempunyai tugas utama untuk memenangkan 34 pilkada di 2 provinsi tersebut

Pasca pilkada DKI Jakarta 2016 sejumlah tokoh sepuh tionghoa meminta Ulung Rusman kembali untuk mengurus INTI , dan menitipkan untuk bisa membawa INTI untuk lebih maju, modern dan semakin nasionalis.  Dan pada munas IV agustus 2017 , Ulung Rusman terpilih sebagai sekjend INTI pusat mendampingi bapak Teddy Sugianto sebagai ketua umum dan Dr.Indra Wahidin sebagai ketua harian. Baginya hidup haruslah bisa bermakna dan bermanfaat untuk orang lain. Untuk itulah dia akan tetap berjuang membuat perubahan dan bekerja untuk Indonesia lebih baik.